Skip to main content

Kesalahan Sederhana Guru Dalam Memeriksa Lembar Kerja Peserta Didik yang Bisa Berdampak pada Peraihan Prestasi Hidup


Apakah anda juga termasuk guru yang hanya suka memberi tanda silang atau merah, hanya untuk jawaban peserta didik yang salah? Namun tidak memberi tanda contreng untuk jawaban mereka yang benar?

Mulai sekarang lebih baik hentikan.

Cara tersebut, bisa jadi langkah kecil, namun berefek besar menciptakan anak didik yang selalu gagal dalam pelajaran. Bahkan gagal dalam meraih prestasi hidup.

Wah-wah kok bisa begitu?

Jadi gini...

...logikanya, jika hanya memberi tanda silang pada jawaban salah, otomatis anak didik kita fokusnya juga hanya pada kesalahan jawaban mereka.

Mari perhatikan 2 gambar berikut.

Gambar A

Gambar B

Menurut anda, jika melihat gambar A, fokus kita hanya pada kesalahan jawaban bukan?

Beda halnya soal B. Kita lebih merasa gimanaaaa gitu. Melihat tanda contreng. Apalagi berwarna hijau.

Ngerasa-kan sekarang? gimana rasanya jika kita hanya memberi tanda silang pada lembar kerja peserta didik kita?

Terutama bagi peserta didik yang memang lemah dalam akademik. Anak seperti ini, langganan dapat nilai anjlok.

Bayangkan ini dilakukan berulang-ulang setiap hari bahkan bertahun-tahun.

Bisa jadi fokus di alam bawah sadar mereka adalah "salah", "salah", "salah" dan "salah". "Gagal", "gagal", "gagal" dan "gagal".

Ini berbahaya.

Seperti yang disampaikan oleh Ustad Nasrullah penulis Buku Magnet Rezeki tentang Hukum Law of Projection. Apa yang kita alami sekarang adalah proyeksi pikiran kita. Seperti halnya proyektor.

Gambar apa yang ditampilkan di dalam laptop, maka gambar itu pula yang ditampilkan di layar proyektor.

Nah benar bukan, hal ini bisa jadi berkaitan dengan keberhasilan anak dalam belajar?

Jadi masuk akal, hal sepele kita hanya memberi tanda silang pada lembar kerja peserta didik, bisa berdampak pada prestasi mereka. Karena mereka kita ajari tidak menghargai sekecil apa pun pencapaian mereka.

Bukti lainnya

Coba ajak mereka hitung 10 kesalahan yang mereka temui dalam 7 hari terakhir?

Lalu coba sebutkan kemenangan/ keberhasilan apa yang bisa mereka raih dalam 7 hari terakhir?

Jawabannya, saya rasa mereka lebih mudah menjawab soal yang pertama bukan?

Nah itu lah bukti mereka hanya terfokus pada kesalahan, kesalahan, kegagalan dan kegagalan.

Jadi kita mestinya mendidik anak hanya berfokus pada benar/ keberhasilan/ pencapaian saja ya?

Bukan begitu juga...

Namun bukan juga mengajarkan anak tutup mata akan kesalahan diri mereka sehingga tidak mau memperbaiki diri.

Namun alangkah baiknya kita ajarkan mereka belajar menghargai diri pencapaian diri. Kita bisa mulai dari hal sederhana dengan memberi tanda contreng benar pada lembar kerja mereka.

Atau memberi warna hijau atau biru, yang kesannya cerah. Sehingga ada pengaruh psikologis tersendiri.

Namun hal ini juga bukan untuk mengajarkan mereka menyombongkan diri ya, hehe..

Tetapi lebih tepatnya mengajarkan mereka menghargai diri.

Saya yakin ini adalah modal besar bagi anak-anak untuk mencapai keberhasilan di masa depan.

Penutup

Demikian kesalahan sederhana guru dalam memeriksa lembar kerja peserta didik. Jadi mulai sekarang, lebih baik mengalah ngeluarkan tenaga lebih banyak memberi tanda silang atau contreng setiap memeriksa lembar kerja peserta didik.

Dengan begitu, kita berharap bisa menanamkan jiwa menghargai pencapaian diri mereka dimulai dari yang hal kecil.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar