Skip to main content

13 Cara Rahasia Mengerjakan Tes Apapun Sehingga Lulus


19 Agustus  kemarin adalah hari bahagia bagi saya. Karena saat itu saya mendapati hasil pretes yang saya cek di web sergur.id, skor ujian saya dinyatakan memenuhi batas minimal kelulusan (Lulus).

Izin Allah, Alhamdulillah.

Meskipun ini hanya gerbang awal, lulus pretest tidak serta merta juga langsung  lulus sertifikasi. Masih banyak tahap selanjutnya.

Namun bagi saya pribadi, hal tersebut adalah pencapaian yang luar biasa. Karena di luar sana, banyak rekan-rekan guru yang tidak lulus. Termasuk 2 teman saya ngajar satu sekolah.

Berangkat dari itu, saya coba renungi dibalik menjalani pretest bulan Mei lalu. Kalau saya pikir-pikir, ada banyak kesamaan dengan proses tes (selain pretest PPG) sebelumnya yang berhasil saya lalui. Seperti:
  • Tes Polisi (gugur di Pantohir)
  • Tes CPNS

Nah, dalam kesempatan kali ini saya coba tuliskan beberapa cara rahasia tersebut. Jika Anda merasa perlu mengetahui ini, saya tidak melarang anda untuk membacanya sampai habis. Berikut selengkapnya.

A. Teknis

Dalam melakukan apa pun tidak akan terlepas dari teknis. Apalagi dalam mengerjakan tes.

Namun sayangnya, rata-rata orang tidak memfokuskan teknisnya secara detail.

Padahal jika teknis nya matang, maka proses tes lebih efektif dan tertarget. Bahkan saya berani bilang, 80 % keberhasilan tes karena peran teknis yang bagus.

Nah selama beberapa kali tes, saya memperhatikan teman-teman guru, baik yang duduk di samping/ satu ruangan/ dan yang saya tanya secara langsung, rata-rata mereka menjawab soal asal menjawab.

Seperti gak ada strategi, apa gitu. Yang penting selesai.

Bahkan nih ada guru yang kesulitan mengklik jawaban dengan mouse. Padahal ini masih teknis basic.

Jadi masih ada yang mau nyepelekan masalah teknis?

Nah mari kita perhatikan lagi teknis apa yang sangat saya perhatikan saat ngerjakan soal pretest. Berikut selengkapnya.

1. Ukur waktu

Mengukur waktu sebenarnya sudah pasti anda lakukan dari dulu. Buktinya jika anda melakukan tes apa pun pasti mencari tau berapa lama waktunya dan selalu memandang jam dinding ingin mengetahui sisa waktu.

Namun jika seperti itu saja, anda masih belum mengukur waktu secara detail.

Jadi sebelum mengerjakan soal, pertama-tama ukur dulu waktu yang disediakan dan jumlah soal. Misalkan soal yang disediakan 100 soal dengan alokasi waktu 120 menit. Bearti 120 : 100 = 1,2 menit per soal.

Jadi, usahakan ngerjakan 1 soal jangan sampai lebih dari 1,2 menit. Bisa lebih cepat dari itu, maka lebih baik.

Kenapa lebih baik jika bisa ngerjakan sebelum batas minimal?

Tujuannya agar dibagian akhir waktu pengerjaan, bisa kita gunakan untuk memeriksa kembali soal yang belum dan sudah terjawab.

2. Hitung batas minimal soal yang mesti betul dijawab

Dalam mengerjakan soal apa pun, selalu pasang target yang tingi.

Misalkan kita pasang target benar menjawab 90%. Berarti misalkan soal tes ada 100 soal, maka 90% x 100 = 90 soal yang mesti benar kita jawab.

Wah berat rasanya mesti benar menjawab 90 soal

Hey tunggu dulu, ini target lho.

Dan lagian, jangan lah berprasangka negatif dulu dengan kemampuan diri sendiri.

3. Kerjakan soal paling mudah

Nah ini tehnik sederhana namun menentukan hasil luar biasa, namun anehnya disepelekan orang.

Buktinya teman saya banyak yang gak sempat menjawab semua soal karena kehabisan waktu. Ketika saya tanya, semuanya rata-rata terjebak mengerjakan soal yang sulit, seperti soal matematika.

Ternyata benar kata guru-guru kita dulu saat ngerjakan ulangan. "Kerjakan soal yang paling mudah".

Saya tersadarkan ilmu ini dari teman kuliah saya. Waktu itu dia lulus CPNS 2009. Lalu saya bertanya tips dia saat mengerjakan tes CPNS sehingga bisa lulus.

Jadi, jika nemukan soal susah, skip (lewati) saja. Nah jika sudah ngerjakan dampai 100, baru hitung, berapa soal yang yakin benar terjawab.

Jika belum memenuhi, maka coba ulang baca soal yang belum terjawab. Namun jika nemui soal hitungan, dan kemungkinan bakal memakan waktu lama, maka skip lagi.

Biasanya tuh pas pas kita ngulang soal dari awal, soal yang tadi nya sulit bakal lebih mudah memahami.

Jika sudah selesai, hitung lagi, mencukupi gak 90 soal yang jawabannya anda yakin benar. Jika masih kurang 90 soal, maka selanjutnya, coba kembali kerjakan soal yang belum terjawab.

Jika nemukan soal yang jawabannya anda rasa sekitar 60-80 % benar, maka pilih jawaban tersebut.

4. Pilihan sama

Setelah selesai ngerjakan semua soal, hitung lagi. Apakah sudah nyampai 90 soal. Jika masih belum nyampai, maka ambil langkah terakhir.

Dan biasanya jika sudah mengulang 3 kali ini, anda memang benar-benar tidak bisa menjawab soal tersebut. Ditambah waktu sudah sangat mepet.

Langkah terakhir ini adalah dengan cara memilih pilihan yang sama.

Jadi, jika anda pengen jawaban A, maka semua soal yang belum terjawab, pilih A semua.

Misalkan anda contreng A semua, atau B semua, atau C semua.

Jangan selang seling, seperti no 1 anda jawab A, no 2 anda jawab B.

Hal ini juga petuah sahabat saya. Dengan cara ini 25 % kemungkinan jawaban kita ada yang benar. Karena prinsip orang membuat soal kemungkinan besar jawaban: A = 25%, B = 25 %, C 25 %, D 25 %.

5. Persiapan


"Peperangan yang menang adalah peperangan yang dimulai dengan persiapan"

Bayangkan ketika Anda mau berperang, namun tidak siap. Pisau belum diasah, baju rompi tidak ada, helm rusak, peluru habis. Dalam kepala saya jika anda tetap berperang, bisa-bisa anda mati duluan sebelum berperang.

Nah begitu juga saat mau pretest.

Meski saya termasuk orang yang sangat malas belajar, tetapi paling tidak cari kisi-kisi, sedikit materi yang berkaitan dengan pretest.

Seperi yang saya lakukan sebelum pretest. Saya nyari contoh soal-soal yang ada jawabannya. Meskipun saya melakukannya sehari sebelum pretest, baru membaca-baca contoh soal-soal tersebut, hehe..

Tetapi paling tidak, ada sedikit bayangan lah. Betul?

Oh ya, selain itu, datang lebih awal adalah persiapan yang juga sangat penting. Semakin tiba lebih awal, kita bisa lebih matang mempersiapkan diri.

Cek kelengkapan wajib seperti surat pengantar, kartu pengenal, dan lain-lain.

Yang pasti, dengan tiba lebih awal akan membuat kita lebih santai, terhindar dari tergesa-gesa.

5. Bawa air mineral

Saat tes adalah saat yang paling menegangkan.

Bayangkan saja, badan dan pikiran kita fokus nyelesaikan soal dengan tenggat waktu tertentu. Bagaimana tidak tegang?

Nah salah satu cara saya agar mengurangi ketegangan adalah dengan minum air mineral. Cara ini saya rasa terbukti membuat saya rilex dan lebih fokus.

Seperti iklannya ada aqu***.... Hehe..

Coba deh jika anda tes lagi, bawa air mineral.

B. Non teknis

Mungkin anda pernah dengar istilah, faktor X penentu keberhasilan. Saya sangat percaya ini.

Faktor X ini saya masukkan ke non teknis.

Jadi, apa saja faktor non teknis yang saya lakukan sebelum tes? Berikut selengkapnya.

6. Minta doa orang tua

Doa paling makbul adalah doa orang tua. Saya sangat yakin akan hal ini. Dan sudah banyak bukti yang saya rasakan.

Jadi saya mendatangi, ayah ibu sebelum tes. Saya ceritakan saya akan tes dan minta doakan beliau.

Bahkan nih pas di jalan menuju lokasi tes pun saya masih menelpon beliau, minta doakan.

Jadi mulai sekarang, jika kawan-kawan masih belum terbiasa minta doa orang tua, lakukan lah setiap mau melakukan tes apa pun.

7. Minta doakan sama seseorang yang sudah seperti orang tua kita

Mungkin anda bertanya? Gimana jika orang tuanya sudah meninggal?

Minta doakan lah kepada seseorang yang sudah seperti tua kita. Seseorang tersebut bisa rekan kita ngajar, saudara orang tua, paman, kaka.

Untuk poin ini, saya selalu minta doa kepada rekan senior ngajar saya di sekolah. Bahkan ada yang sudah pensiun, saya masih menelpon beliau minta doakan.

8. Minta halal dan ridho

Oh ya selain minta doakan dari orang-orang yang saya sebutkan di atas tadi, jangan lupa minta halal minta ridho sama mereka.

Karena bagaimana pun jika orang-orang yang kita minta doakan, jika hatinya tidak ridho, ada perasaan jengkel, benci, marah dengan kita, maka saya rasa sia-sia.

Coba deh bayangkan anda sendiri, jengkel dengan seseorang. Kemudian orang tersebut mendatangi anda dan minta doakan supaya dia berhasil lulus tes. Bagaimana hati dan perasaan anda?

Yang ada mungkin anda nyumpahin dia supaya tidak lulus. Meskipun di hadapan dia anda bilang akan mendoakan. Namun hati anda berkata "tidak".

Betul?

9. Baca Bismillahirrohmanirrohim setiap kali memilih jawaban

Saya baru mengamalkan cara ini.

Ilmu ini juga saya dapat dari teman kuliah saya. Dia juga seorang guru, teman sekelas waktu kuliah S1, dan lulus CPNS lebih dulu dari saya.

Ini amalan yang dia pakai sewaktu tes CPNS dan juga lulus pretest 2016 dengan nilai di atas 8.

Tau gak, nilai di atas 8 itu gak perlu ikut ujian negara lagi sebagai syarat lulus sertifikasi.

Oh ya, ilmu ini dia dapat dari seorang dosen "terbang" dari Banjarmasin. Ilmu yang beliau pakai semenjak sekolah sampai sekarang menjadi dosen.

Jadi kata beliau ketika hendak tes apa pun, beliau selalu membaca Bismillah setiap mau menjawab soal. Misalkan ada 50 soal, jadi ada 50 kali ngucapkan Bismillahirrohmanirrohim setiap kali mengisi jawaban.

Alhasil beliau sampai berhasil sekarang menjadi dosen. Padahal sewaktu kecil beliau termasuk anak dari keluarga yang tidak mampu.

Jadi dengan berbekal itu lah sehingga membuka banyak jalan. Mendapatkan beasiswa, dimudahkan lulus berbagai tes, dan lain-lain tanpa nyongok.

Nah cara ini pun menjadi amalan saya ketika ngikuti pretes Mei 2018 yang lalu.

Alhamdulillah hasilnya keliatan. Izin Allah.

Saya semakin yakin amalan ini benar-benar luar biasa.

10. Perbanyak amal ibadah

Untuk yang satu ini sudah pasti.

Semakin kita beribadah, maka apa pun yang kita pinta, yakinlah dikabulkan.

Selama ini amalan yang saya pakai adalah merutinkan sholat Dhuha, sholat berjamaah di mesjid, sesekali sholat Tahajjud.

11. Hindari maksiat

Salah satu penghancur rezeki adalah maksiat.

Saya merasa betul..

Eh maksiat di sini bukan hanya maksiat yang menghasilkan dosa besar ya. Justru hati-hati maksiat yang menghasilkan dosa-dosa kecil. Karena dosa yang tak terasa dikerjakan. Seperti ngelihat yang dilarang, gosip, prasangka buruk, dan lain-lain.

Oh ya, maksiat akan menghasilkan dosa. Dosa ini lah yang menutup hati.

Jadi wajar saja jika banyak maksiat, jawaban banyak salah. Wong hikmah gak bisa masuk, karena tertutup dengan dosa.

12. Ngejar akhirat

Mungkin anda juga sangat ngerasakan seperti ini, pengen sekali lulus pretest dan lulus sertifikasi.

Mungkin karena ingin gajih yang layak, bisa bangun rumah, nambah tabungan, beli motor, dan lain-lain.

Tau gak, semakin kita pengen dan ngarep, semakin sesuatu itu sulit kita dapatkan. Bahkan semakin menjauh.

Nah saya baru-baru ini menyadarinya.

Jadi hilangkan semua perasaan pengen "ngarep" berlebihan.

Terbukti ketika saya membaca pengumuman pretest di Sergur.id tanggal 19 Agustus yang lalu. Alhamdulillah lulus.

Jadikan tujuan hakiki kita adalah akhirat, maka dunia akan kita dapat.

13. Jaga mood baik

Yang terkahir, jaga good mood (mood baik) ketika ngerjakan soal.

Mood yang baik akan berdampak sekali dengan kualitas berpikir dalam ngerjakan setiap soal.

Oh ya jaga juga good mood saat membaca pengumuman.

Karena kata Ippo Santosa, good mood adalah rahasia mendapatkan rezeki yang tak terduga.

Percaya deh...

Hindari pokoknya bad mood (mood buruk).

Penutup

Demikian 13 cara rahasia saya mengerjakan berbagai tes sehingga berhasil lulus. Apakah dengan melakukan semua langkah di atas anda dijamin lulus? Saya tidak tahu.

Namun yang pasti jika niat sungguh-sungguh dan mengupayakan segala cara yang baik, seperti cara di atas, saya yakin hasil yang lebih baik akan anda dapatkan.

Oh ya, mohon feefback nya di kolom komentar jika tulisan ini dirasa bermanfaat. Saya doakan juga kawan-kawan yang belum lulus pretest, CPNS, atau yang lainnya, akan lulus di tes berikutnya. Amin ya Robbal alamin.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar