Skip to main content

UTS Matematika Tanpa Tekanan


Selama saya duduk di bangku sekolah sampai dengan ngajar anak-anak saat ini, pandangan terhadap matematika terutama saat ulangan memiliki kesamaan. Rata-rata memandangnya adalah sebuah tekanan, kesulitan, ketakutan, kerumitan.

Mindset itu yang ingin saya rubah dari pola pikir mereka. Paling tidak fokus pointnya mengurangi mereka merasa tertekan. Bukankah seseorang yang bekerja dalam tekanan akan merasa lebih kesulitan, dibanding merasa enjoy.

Oleh karena itu, biasanya setiap ulangan matematika saya beri beberapa kelonggaran. Apa saja?

Tanpa tekanan batasan waktu

Waktu sering menjadi momok menakutkan saat ulangan matematika. Saya merasa betul sampai saat ini, seperti saat tes PNS, tes UKG, pretes Simpkb.

Seperti kita tahu, matematika perlu berpikir ekstra. Menghitung sungguh banyak menghabiskan waktu dan menguras otak. Seringkali waktu sudah hampir habis, sedangkan soal belum selesai.

Oleh karena itu, setiap anak didik saya melaksanakan ulangan, baik ulangan harian, ulangan semester, kecuali Ujian Nasional, saya tidak beri batasan waktu.

Saya akan tunggu sampai mereka betul-betul selsai. Dengan begitu mereka akan merasa tidak perlu gerasa-gerusu ngerjakan soal.

Kebebasan melihat perkalian

Kelonggaran kedua yang saya berikan saat UTS Matematika adalah, dengan membolehkan mereka membawa catatan perkalian. Memang sedikit aneh ya, ulangan kok boleh membuka perkalian. Bukannya harus hapal.

Jadi begini, faktanya tidak semua anak-anak hapal perkalian. Selain itu mereka yang hapal perkalian pun terbebani menghapal cara mengerjakan soal, rumus dan cara menghitung.

Bayangkan saja semua aktivitas tersebut mereka lakukan, tentu mereka akan merasa keberatan. Bukannya mereka mudah mengerjakan, justru akan semakin kesulitan. Bahkan ada nih, cara mengerjakan sudah benar, namun gara-gara menghitung perkaliannya salah, akibatnya hasilnya juga salah. Sayangkan?

Nah dengan saya perbolehkan membawa catatan perkalian, saya berharap mereka akan lebih fokus pada cara mengerjakan soal.

Penutup

Demikian tulisan singkat ini, saya berharap mereka akan tumbuh menjadi anak pembelajar yang lebih mandiri, merasa mata pelajaran Matematika adalah bukan tekanan, bukan kerumitan, bukan ketakutan.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar