Skip to main content

Belajar Jenis Batuan dengan Nyari Batuan


Tidakkah menakjubkan jika anak-anak belajar seperti peneliti sungguhan. Mungkin agak terdengar seperti aktivitas berat, namun siapa sangka bisa saja dilakukan anak-anak kelas lima SD.

Seperti yang dilakukan oleh peserta di kelas saya kemarin. Saat itu materi pelajaran IPA, tentang jenis batuan.

Daripada panjang lebar di jelaskan, contoh yang dibuku hanya gambar, dan kami tidak ada contoh konkrit, lebih baik mereka cari sendiri di sekitar sekolah, pikir saya.

Saya bentuk 4 kelompok. Kemudian setiap orang dalam 1 kelompok mesti mengusahakan menemukan 1 jenis batu yang berbeda.





Benar saja, dari walking yang kami lakukan, anak-anak lumayan banyak dapat jenis batu yang berbeda-beda. Bahkan saya sulit menjelaskan nama dan jenis batunya. Maklum saja, saya pun bukan ahli bebatuan. Sewaktu di bangku sekolah pun tidak ahli menguasai materi ini. Hanya ahli mendapatkan materi di buku pelajaran, dan ahli menjawab, *eh...

Bener kata Pak Bukik, kebanyakan kita pendidikan menanam, bukan menumbuhkan. Sehingga menjadi ahli menjawab ujian. Tidak belajar menghadapi kehidupan.

Back to topick.

Setelah mereka menemukan beberapa batu, tugas mereka selanjutnya mengidentifikasi batu tersebut, dan membuat tabel hasil identifikasi batuan kelompok.








Bayangkan saja, kegiatan tersebut membuat saya jadi ikut belajar juga. Selama ini belum pernah mencari batu di alam dan mengidentifikasinya secara langsung sesuai di buku.

Alhasil dari beberapa jenis batuan yang kami temukan, ada beberapa batuan yang memenuhi kriteria di buku, ada yang mendekati dan ada yang tidak memenuhi kriteria sama sekali. Sehingga kami kesulitan menentukan jenis batuan tersebut.

Meski begitu hal tersebut bukan masalah. Namanya juga belajar, pasti menemukan kendala. Yang penting saya berharap belajar mereka bermakna.

Penutup

Demikian tulisan singkat saya. Kesimpulannya, dengan belajar jenis batuan langsung ke alam, anak-anak belajar lebih antusias.

Ke depan semoga lebih banyak menemukan strategi belajar meneliti. Oh ya, silahkan kritik dan sarannya, tambahkan di kolom komentar.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar